detak detik perubahan

PEMILUKADA: PELAJARAN DARI TAPANULI UTARA

In Uncategorized on December 19, 2009 at 7:08 pm

Tanggal 27 Oktober 2008 yang lalu KPUD Kabupaten Tapanuli Utara telah menyelenggarakan Pemilukada untuk memilih Bupati/Wakil Kabupaten Tapanuli Utara Periode 2009-2014. Namun dalam pelaksanaannya telah terjadi banyak pelanggaran. Meskipun pada saat yang hampir bersamaan di 7 Kabupaten di Sumatera Utara, namun hal yang terjadi di Tapanuli Utara cukup menarik perhatian publik secara nasional.

Terhadap penyelenggaraan Pemilukada itu Mahkamah Konstitusi menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa telah terjadi pelanggaran-pelanggaran serius dan signifikan yang mempengaruhi perolehan suara sehingga mencederai konstitusi, demokrasi, dan hak-hak warga Negara, serta peraturan perundang-undangan lainnya, yang tidak dibenarkan terjadi di negara hukum Republik Indonesia.

Sesuai kewenangan yang dimilikinya maka Mahkamah Konstitusi dalam Keputusannya No 49/PHPU.D-VI/2008 telah memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tapanuli Utara untuk melaksanakan pemungutan suara ulang Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Tapanuli Utara bagi keenam Pasangan Calon pada 14 Kecamatan, yakni:

(1) Pahae Julu;

(2) Garoga;

(3) Pagaran;

(4) Siborong-borong;

(5) Simangumban;

(6) Parmonangan;

(7) Pahae Jae;

(8) Sipahutar;

(9) Pangaribuan;

(10) Sipoholon;

(11) Adian Hoting;

(12) Siatas Barita;

(13) Purbatua dan;

(14) Tarurung.

Kesempatan menentukan pemimpin melalui Pemilukada Langsung kiranya begitu penting bagi masa depan, oleh karena itu rakyat perlu sama-sama menggunakan hak sebaik-baiknya. Pilih pasangan yang paling berpotensi membawa masyarakat ke arah kemajuan daerah. Semua pihak menyadari buruknya pengalaman demokrasi kdi Indonesia  sampai saat ini, yang antara lain diwarnai oleh tidak hanya bujuk rayu dan janji-jani, tetapi juga godaan pemberian material. Andaikata menghadapi kasus serupa itu, dan andaikata tidak mungkin menghindari, maka sebaiknya ikuti saja orang bijak yang menyarankan “ambil uanganya, tetapi pilihlah hanya pasangan yang paling terpercaya, dan paling menjanjikan kebaikan di masa depan”.  Gunakan hati nurani. Jangan ada rasa gentar, karena kebaikan yang kita harapkan tidak mungkin terwujud jika  tidak berusaha memperjuangkannya.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: