Karena kaitan historis dengan rentetan pengalaman buruk pemilukada sejak tahun 2005 sampai pemilukada Gubernur tahun 2008, serta ditambah lagi dengan pengalaman tak bermartabat dalam penyelenggaraan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2009, maka pemilukada untuk seluruh daerah di Sumatera Utara tahun 2010 akan menjadi peristiwa politik transaksional yang tidak melukiskan demokrasi yang luhur.
Archive for the ‘PEMILUKADA’ Category
PEMILUKADA CUMA PENTAS PEREBUTAN KEKUASAAN BELAKA
In ARTIKEL, JARINGAN, PARPOL, PEMILUKADA on December 20, 2009 at 11:39 pmPENDUKUNG IDHAM BERKEMBANG SEPERTI BOLA SALJU
In FIGUR, JARINGAN, PEMILUKADA on December 19, 2009 at 9:30 am
Ratna (48 tahun) terketuk hatinya untuk membantu. “Saya tak punya apa-apa, tetapi saya kira sekretariat pemenangan Idham perlu mobiler. Saya bawa 1 (satu) set meja kerja sekaligus meja rapat berkapasitas 10 (sepuluh) orang. Pergunakanlah sebaik-baiknya”, katanya. Read the rest of this entry »
Balon Bupati Sergai 2010-2015 Dr.H.Idham, SH., MKn: LIMA KOMITMEN MORAL BUPATI SERGAI KE DEPAN
In PEMILUKADA on December 19, 2009 at 9:17 amSIAPA pun pemimpin Kabupaten Serdang Bedagai yang akan terpilih melalui Pemilukada 2010 nanti mestinyalah ia seorang figur terpecaya dengan 5 komitmen moral yang kuat di antaranya dan yang utama ialah wajib takut kepada Allah SWT yang tercermin dari perilalu politik, pribadi dan keluarga. Sekarang banyak pemimpin sudah melupakan Gusti Allah. Bahkan lebih ironis lagi, untuk mendapatkan legitimasi politik secara kasat mata banyak yang menempuh dengan cara membeli tunai dari rakyat.
Balon Bupati Sergai Dr.H.Idham, SH., MKn: JANGAN HANTARKAN PEMIMPIN DENGAN JUAL BELI SUARA
In PEMILUKADA on December 19, 2009 at 8:45 amBalon Bupati Serdang Bedagai periode 2010-2015 Dr.H.Idham, SH., MKn dengan tegas menyerukan kepada masyarakat Sergai agar jangan menghantarkan pemimpin Sergai ke depan dengan pendekatan jual beli suara. ” Jika itu terjadi maka rakyatlah sesungguhnya yang mengantarkan dan memberi mandat kepada bupati untuk menjadi koruptor yang tak ubahnya drakula penghisap darah rakyat”.


