detak detik perubahan

PROGRAM PAMUNGKAS UNTUK SERGAI

In Uncategorized on December 17, 2009 at 5:46 am

VISI Idham dalam memandang Sergai 5 tahun ke depan menukik pada masalah mendasar yang sejak lama tidak memperoleh perhatian serius. Begini bunyi visi itu : MENGEMBALIKAN KEDAULATAN MASYARAKAT DI PERDESAAN UNTUK KEMAKMURAN SELURUH MASYARAKAT SERGAI. Bagaimana ia menjabarkan visi itu, berikut penjelasannya.

Pertama, Peningkatan Layanan Publik untuk Menjamin Tercapainya Tingkat Kesejahetraan secara adil, merata dan seimbang bagi seluruh rakyat di Kabupaten Sergai, yang dimulai peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di perdesaan, buruh petani dan nelayan. Jika dilakukan penjabaran dalam bentuk program untuk merealisasikan visi ini setidaknya mengharuskan perubahan radikal demikian:

1. Bupati, Wakil Bupati dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Kabupaten Sergai wajib bertempat tinggal secara permanen dan menetap di Wilayah Kabupaten Sergai;

2. Bupati, Wakil Bupati dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Kabupaten Sergai dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewenangannya harus benar-benar ihlas, jujur, tidak sombong dan tidak menyakiti hati rakyat.

3. Memperjuangkan status PNS bagi sekretaris Desa di seluruh Kabupaten Sergai;

4. Memberdayakan seluruh Kepala Lingkungan/Dusun se-Kabupaten Sergai dan sekaligus memperjuangkan penghasilan yang layak sesuai dengan standar kebutuhan minimum kehidupan.

5. Melibatkan peran-serta aktif dari seluruh komponen dan tokoh masyarakat dalam proses pengambilan keputusan kebijakan publik di Kabupaten Sergai.

Kedua, Penguatan Kehidupan Demokrasi, yaitu memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sergai untik mengawasi terselenggaranya pengelolaan dan manajemen pemerintahan dari semua aspek kehidupan masyarakat (Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Pertahanan Keamanan) di Kabupaten Sergai. Penjabaran program untuk merealisasikan visi kedua tersebut di atas terdiri dari:

1. Mengembangkan partisipasi seluruh lapisan antara lain dengan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengakses seluruh informasi kebijakan publik termasuk berbicara langsung dengan Bupati dan seluruh SKPD.

2. Bupati dan seluruh SKPD terkait, berkantor minimal 1 kali dalam seminggu di kantor desa yang pelaksanaannya dijamin tidak menyusahkan rakyat di desa (bupati tidak terikat dengan protokoler) dan dari kegiatan itu Bupati mengundang seluruh tokoh masyarajkat di desa untuk menyampaikan aspirasi termasuk untuk menyusun perencanaan pembangunan di desa dimaksud, untuk dituangkan dalam APBD untuk setiap tahun anggaran.

3. Melakukan evaluasi perencanaan tata ruang Kabupaten Sergai dengan mengakomodasi aspirasi dari seluruh lapisan masyarakat untuk dituangkan/dibuat di dalam Perda Tata Ruang Kabupaten Sergai dengan mengedepankan prinsip konsolidasi lahan/tanah dan mengumumkan/ membuka akses secara terbuka tanpa hambatan kepada seluruh stakeholder masyarakat se Kabupaten sergai.

4. Melibatkan peran-serta aktif masyarakat dalam merumuskan seluruh kebijakan publik di Kabupaten Sergai, mulai dari tingkat perencanaan, pelaksanaan dan monitoring dan evaluasi.

5. Memberikan informasi publik yang seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sergai bahwa seluruh tugas, fungsi dan kewenangan pemerintah daerah adalah merupakan amanah rakyat dan segala bentuk kegiatan yang dilakukan adalah dalam rangka menunaikan tugas, fungsi dan kewenangan itu, bukan merupakan bantuan kepada masyarakat.

Ketiga: Perwujudan keadilan dari semua aspek kehidupan masyarakat yang merata dan seimbang bagi seluruh aspek kehidupan masyakat di Kabupaten Sergai. Penjabaran program untuk merealisasikan visi ketiga tersebut di atas terdiri dari:

1. Bupati wajib menjelaskan kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sergai, bahwa APBD bukan uang Bupati tetapi semata-mata uang dan keringat rakyat dan sama sekali tidak boleh dipolitisasi. Pembelanjaan ABPD Kabupaten Sergai dimulai dari titik perdesaan (petani dan nelayan) dan wajib memberikan alokasi yang lebih besar untuk belanja modal/belanja publik dengan kisaran perbandingan 60 % – 40 % (60 % untuk belanja modal digunakan untuk membangun wilayah perdesaan dan 45 % untuk belanja pegawai dan belanja beli barang);

2. Mengumumkan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Segei seketika APBD pada setiap tahun anggaran setelah mendapat pengesahan dari DPRD Kabupaten Sergai, karena APBD adalah uang dan milik rakyat seluruh masyarakat;

3. Menyelesaikan administrasi dan legalistik formal terkait dengan aset-aset Pemerintah Kabupaten Sergai sehubungan dengan pemekaran dari Kabupaten Deli Serdang, termasuk di antaranya penyelesaian pendaftaran dan sertifikasi dari seluruh aset-aset Pemkab Sergai, dengan membentuk Tim Terpadu melibatkan seluruh instansi/ dinas terkait;

4. Membangun kemandirian desa secara berkeadilan dan berkeseimbangan, melalui program kegiatan:

  • Membuka Sekolah Kejuruan dalam bidang pertanian dan perikanan dan bidang-bidang untuk melahirkan tenaga-tenaga terampil yang dapat mengisi lapangan pekerjaan dan sekaligus menguangi pengangguran;
  • Meningkatkan kemampuan sumberdaya tenaga pendidik di seluruh strata dan lapisan sekolah yang ada di kabupaten Sergai dalam upaya meningkatkan mutu hasil anak didik;
  • Membuka sekolah dan atau akademi kebidanan dan juru keperawatan guna melahirkan tenaga para medis untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sergai;
  • Mengaktifkan kembali posyandu-posyandu di seluruh pelosok dusun/lingkungan, desa dan Kecamatan dengan melibatkan peran-serta seluruh lapisan masyarakat;
  • Meningkatkan kualitas pelayanan puskesma-puskesmas dengan melakukan rehabilitasi seluruh infrastruktur dan peralatan medis, penugasan dokter umum dan spesialis, penyediaan obat bermutu dan sarana pendukung medis lainnya untuk menjamin peningkatan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sergai;
  • Membangun sarana pemukiman yang layak huni bagi petani dan nelayan di wilayah perdesaan, termasuk di antaranya melaksanakan rehabilitasi, membangun waduk-waduk untuk menjamin ketersediaan air bagi petani di seluruh wilayah kabupaten Sergai termasuk di antaranya melakukan kegiatan konservasi lingkungan hidup secara berkelanjutan;
  • Membangun seluruh infrastruktur layanan publik di bidang pertanian dan nelayan di wilayah perdesaan, di antaranya  jalan desa dan jalan dusun, usaha tani dan nelayan, rumah pupuk kompos, perda tentang pola musim tanam padi, alokasi anggaran dalam APBD setiap tahun anggaran untuk penyediaan benih varietas unggul dan bersertifikat, bekerjasama dengan Perusahaan Negara yang kompeten dan dengan melibatkan kerjasama dengan perguruan tinggi di Provinsi Sumatera Utara, jaminan ketersediaan pupuk, pestisida, alat mesin pertanian, terutama mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi yang adil, tepat waktu dan tepat sasaran sesuai dengan jadwal musim tanam petani, jaminan berlakunya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terhadap hasil produksi pertanian terutama padi baik itu gabah kering panen maupun gabah kering giling, dengan membentuk dan memberdayakan suatu badan koperasi milik petani, yang modal awalnya ditanggung dalam APBD, membudidayakan penggunaan pupuk kompos, dalam upaya mengembalikan kedaulatan unsur hara tanah, memberdayakan infrastruktur dan kelembagaan penyuluh pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan kehutanan di setiap desa, termasuk di antaranyaa merekrut tenaga penyuluh dimaksud untuk setiap desa minimal 1 orang tenaga penyuluh, pendataan lahan-lahan terlantar dalam suatu data base yang khusus, dalam upaya untuk mencetak lahan baru baik itu sawah beririgasi teknis, gogo rancah maupun pencetakan usaha-usaha tambak sebagai tempat budidaya ikan untuk wilayah pesisir. Khusus untuk pencetakan/ekstensifikasi lahan sawah baru, langkah pertama diperlukan melakukan kajian teknis secara menyeluruh untuk memberdayakan lahan tidur/terlantar atau yang selama ini tidak produktif karena faktor alam berupa genangan air seperti yang terdapat di desa Belidaan Kecamatan Sei Rampah,  dan lain-lain.

5. Membangun, mengembangkan, membina masyarakat pedagang kaki lima di lini kota Kecamatan dan Kota Kabupaten dengan mengedepankan prinsip kemanudiaan, keadilan dan keseimbangan dan dalam upaya menjamin kemerdekaan dalam memasarkan hasil produk masyarakat perdesaan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan yang seimbang antara masyarakat pedesaan dan pedagang kaki lima yang tinggal di wilayah perkotaan;

6. Memberdayakan pemahaman yang merata di seluruh SKPD untuk mengedepankan kejujuran, keihlasan dan ketulusan untuk memakmurkan masyarakat yang tinggal di perdesaan karena kemakmuran masyarakat desa merupakan kunci utama untuk memakmurkan seluruh lapisan masyarakat Sergai secara berkeadilan;

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: