detak detik perubahan

Beberapa menit dengan DR Idham SH MKn

In FIGUR, INFRASTRUKTUR on December 18, 2009 at 2:14 pm
  • Posting ini bukan bahan baru, dipetik dari sebuah harin terbitan Sumatera Utara tanggal 23 Februari 2009 yang lalu yang adalah merupakan hasil perbincangan seorang wartawan dengan Idham;
  • Dengan pertimbangan perkayaan bahan informasi bagi halayak tentang Idham, bahan ini dianggap tetap perlu dan masih aktual.

“Putra Jawa Siantar pemilik suara berat dan merdu enak didengar pemaparannya.  Sebagai kader PDIP Idham bangga kepada mantan Presiden RI Megawati Sukarno Puteri yang pernah menginjakkan kaki di Tojo Unauna. Pada pemerintahnya srikandi bangsa tersebut telah menoreh tinta mas dalam perjalanan sejarah perjuangan masyarakat Tojo Unauna untuk memperolah otonom daerah, selama empat puluhan tahun. Akhirnya Amanat presiden ditanda tangani Megawati Sukarno Puteri sebelum diputuskan pada sidang DPR-RI yang melahirkan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang pembentukan Kabupaten Tojo Unauna.”

Kehadiran Dr. Idham, SH, MKn dalam rangka mesosialisasikan UUD 45 tan Tap MPR-RI. Jika Idham dikatakan sebagai putera Kebanggaan Bangsa, itu tidak dapat disangkali menilik percakapan singkat dengan tokoh Partai Demokrasi Perjuangan (PDI-P) Rabu dinihari (18/2) di Marina Cottage Ampana. Tokoh yang perlu dibanggakan oleh masyarakat Kota Pematang Siantar yang banyak melahirkan banyak tokoh, diantaranya Dr. Idham SH. MKn.


Menarik penuturan tokoh yang memiliki kumir yang tertatah rapih. Mengakui dirinya pernah menitih kehidupan sebagai tukang loper dalam menyelesaikan studinya hingga tingkat SMA. Lugas diceriterakan pengalamannya tanpa menutupi jejang kehidupan sebagai seorang tokoh yang kini bergelut di gedung parlemen. Pada artikel lain kuperoleh sedikit refrensi tentang Dr Idham. Ia sebagai penduduk keturunan suku Jawa yang lahir di Sei Bamban 7 April 1961. Memang putra bangsa itu lahir di luar Kota Siantar tetapi masa bermain kelereng dan petak umpet semasa kecil dengan teman-temannya kanak-kanak Siantar tepatnya di Jalan Padang Sidimpuan No 45, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat. Kehidupan di Kota Siantar masih dilakoni hingga hingga menginjak usia dewasa. Anggota DPR-RI Komisi IV dari Fraksi PDIP, memiliki kisah kehidupan yang perlu menjadi contoh bagi anak bangsa. Kota Siantar merupakan sebuah kota yang tidak begitu besar luas wilayahnya tapi sangat nyaman dan sangat damai untuk dihuni. Hal inilah sebagai penyebab utama beliau betah untuk bertempat tinggal lebih lama lagi di kota ini meskipun kota ini bukanlah sebuah kota yang menjadi lokasi tempat lahirnya. Alasan yang diberikan Idham merasa betah tinggal lama di Kota Siantar yakni karena menurutnya Kota Siantar merupakan sebuah penjelmaan miniatur Indonesia.

Dikatakan demikian sebab Siantar yang terdiri dari multi etnis tetapi tiap penduduk sudah memiliki kesadaran yang sangat tinggi akan pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai antara satu dengan yang lainnya sehingga denagn sikap yang telah dimiliki tiap warga itu di kota ini tidak pernah terjadi sebuah peristiwa keributan yang menghebohkan yang menggangu kedamaian dan ketentraman. Malah sebaliknya menurutnya sebaiknya kehidupan penduduk Kota Siantar perlu ditiru daerah lain terutama di bidang keamanan dan ketertiban. Lebih lanjut beliau mengutarakan adanya pernyataan yang menyatakan Kota Siantar merupakan kota preman itu sama sekali tidak ada benarnya, karena tidak ada sedikitpun bukti dan fakta yang menyatakan kota ini sebagai kota preman, tetapi di lain pihak beliau mengungkapkan pernyataan itu mungkin saja dikemukakan kepermukaan karena mayoritas warga kota merupakan suku Batak yang memiliki volume suara yang keras.

Tetapi meskipun suku Batak memiliki volume suara yang keras itu hanya merupakan sebuah ciri khas saja karena sudah terbawa sejak lahir, sehingga bukan malah suara suku Batak yang keras itu menandakan suku itu merupakan oknum preman tapi suku Batak itu merupakan suku yang berjiwa setia dalam pergaulan dan tidak ada di dalam suku Batak itu untuk saling menjelekkan satu dengan yang lain.

Idham menambahkan, demikian nikmatnya bergaul dengan penduduk suku Batak Kota Siantar karena kebaikan dari temannya suku Batak sudah terjadi berkali-kali baginya dimana temannya satu permainan di masa remaja yang bersuku Batak selalu memberikan pertolongan dikala dirinya mengalami kesulitan dana maupun dalam pergaulan terutama saat menjalankan pendidikan waktu sekolah di Siantar.

Melihat sosok Idham seharusnya Kota Siantar menjadi bangga karena putra daerah kota ini telah berhasil mengukir sebuah prestasi yang mengharumkan kota ini, tetapi di waktu depan kota ini masih mengharapkan agar sosok seperti Idham muncul lebih banyak lagi.

Waktu jua yang harus memisahkan percakapnku dengan Dr.Idham karena besok akan kembali ke Jakarta via bandara Luwuk. Besok Idham dan dua kawannya harus menempuh jalan panjang dan perlu istirahat dalam sisa dentang waktu hanya beberapa jam sebelum kembali ke Ibu Kota. Sebelum aku beranjak pulang, Aku menitipkan sebuah pesan kepada Dr. Idham, tolong didorong penganggaran Bandara Tojo Unauna. Aku katakan padanya, sebenarnya ada yang berpendapat bahwa bandara belum penting, karena yang dapat menggunakan fasilitas sebatas orang berduit saja. Tetapi kukatakan lagi padanya, itu sebuah padangan sempit, sebab manakala Bandara Tojo Unauna sudah beroperasi, akan mempermuda datangnya investor yang dapat mengerakkan potensi SDA yang dapat memberi ruang bagi tenaga kerja di Tojo Unauna nanti.

Beberapa investor mengakui hal itu, datang ke Ampana butuh waktu panjang dan melelahkan. Sementara waktu bagi seorang pengusaha dalam setiap menit cukup diperhitungkan.”Tolong pak Idham bandara Touna diperjuangkan nanti di DPR-RI. Bapak sudah rasakan sendiri bagaimana capeknya bapak datang dan kembali dari Ampana. “Saya akan berusaha menghubungi teman-teman di komisi DPR-RI. Ujarnya sebagai penutup pertemuan. (Sam Asiku)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: