detak detik perubahan

JANGAN ABAIKAN INFRASTRUKTUR PERTANIAN

In Uncategorized on December 18, 2009 at 1:45 pm

PALING tidak terdapat 20 butir pokok perhatian penting yang dijadikan Idham sebagai sorotan terhadap infrastruktur pertanian yang diyakininya menjadi kunci untuk menggerakkan kemajuan yang benar-benar dinamis dan mandiri masyarakat Sergai. Ia begitu concern dengan alam pikiran terabaikan selama ini, yakni duka kalangan grass root.

Membangun seluruh infrastruktur layanan publik di bidang pertanian dan nelayan di wilayah perdesaan begitu penting. Inilah hal-hal penting di antaranya:

  • Membangun, memperbaiki jalan desa dan jalan dusun untuk memudahkan petani dan nelayan dalam memasarkan hasil produk pertanian dan nelayan;
  • Membangun, memperbaiki jalan usaha tani dan nelayan untuk memudahkan kegiatan produksi usaha tani dan nelayan di pedesaan;
  • Membangun rumah pupuk kompos di setiap desa dengan memadukan kegiatan usaha ternak sebagai salah satu pendukung bahan baku untuk memproduksi pupuk kompos;
  • Membuat perda tentang pola musim tanam padi dalam upaya menciptakan keseimbangan penyerapan tenaga kerja pada saat musim panen;
  • Mengalokasikan anggaran dalam APBD setiap tahun anggaran untuk penyediaan benih bervarietas unggul dan bersertifikat terhadap jenis padi yang akan ditanam, bekerjasama  dengan Perusahaan Negara yang kompeten dan dengan melibatkan kerjasama dengan perguruan tinggi di Provinsi Sumatera Utara;
  • Menjamin ketersediaan pupuk, pestisida, alat mesin pertanian, terutama mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi yang adil, tepat waktu dan tepat sasaran sesuai dengan jadwal musim tanam petani;
  • Menjamin berlakunya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terhadap hasil produksi pertanian terutama padi baik itu gabah kering panen maupun gabah kering giling, dengan membentuk dan memberdayakan suatu badan koperasi milik petani, yang modal awalnya ditanggung dalam APBD;
  • Membudidayakan penggunaan pupuk kompos, dalam upaya mengembalikan kedaulatan unsur hara tanah, program ini dilaksanakan melalui program butir 3 di atas;
  • Memberdayakan infrastruktur dan kelembagaan penyuluh pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan kehutanan di setiap desa, termasuk di antaranyaa merekrut tenaga penyuluh dimaksud untuk setiap desa minimal 1 orang tenaga penyuluh;
  • Melakukan pendataan lahan-lahan terlantar dalam suatu data base yang khusus, dalam upaya untuk mencetak lahan baru baik itu sawah beririgasi teknis, gogo rancah maupun pencetakan usaha-usaha tambak sebagai tempat budidaya ikan untuk wilayah pesisir. Khusus untuk pencetakan/ekstensifikasi lahan sawah baru, langkah pertama diperlukan melakukan kajian teknis secara menyeluruh untuk memberdayakan lahan tidur/terlantar atau yang selama ini tidak produktif karena faktor alam berupa genangan air seperti yang terdapat di desa Belidaan Kecamatan Sei Rampah;
  • Melakukan pengadaan alat tangkap ikan bagi nelayan satu di antaranya pengadaan perahu yang layak (gross tonage yang memadai) dalam upaya meningkatkan penghasilan nelayan;
  • Membuka warung-warung nelayan dengan sistem koperasi untuk menjamin suply bahan baku maupun menjamin ketersediaan bahan pangan bagi keluarga nelayan yang ditinggalkan untuk melaut;
  • Membangun tempat pelelangan ikan yang didekatkan dengan daerah tangkapan para nelayan untuk memudahkan nelayan dalam memasarkan hasil tangkapan;
  • Membangun, merehabilitasi sumberdaya wilayah pesisir termasuk di antaranya melakukan rehabilitasi penanaman pohon-pohon bakau di wilayah pesisir dan memelihara terumbu karang, guna meningkatkan penghasilan nelayan;
  • Bekerjasama dengan pihak asuransi yang bergerak dibidang perlindungan usaha tani dan nelayan, untuk melindungi segala resiko yang timbul dan dihadapi oleh petani dan nelayan, premi asuransi dimaksud ditanggung oleh seluruh rakyat Sergai dalam APBD pada setiap tahun aqnggaran;
  • Memperjuangkan alokasi anggaran dalam APBD untuk pengadaan asset pethok dusun, desa, dan Kecamatan yang diusahakan dengan mengedepankan prinsip jujur, terbuka dan bertanggungjawab oleh seluruh lapisan masyarakat;
  • Membentuk usaha koperasi dan UKM mulai dari tingkat dusun, desa dan kecamatan yang jenis usahanya disesuaikan dengan keadaan dan kondisi masing-masing daerah, yang modal awalnya ditanggung oleh seluruh rakyat kabupaten Sergai dalam APBD setiap tahun anggaran;
  • Melaksanakan sertifikasi lahan/tanah wilayah perdesaan, mulai dari dusun, desa dan kecamatan, dengan menerapkan sistem pendaftaran tanah secara sistematik yang biayanya gratis, tidak dibebankan kepada masyarakat, karena ditanggung oleh pemerintah daerah Kabupaten Sergai dialokasikan dalam APBD setiap tahun anggaran;
  • Membuka, meningkatkan infrastruktur seluruh pasar-pasar tradisional mulai dari tingkat dusun, desa dan Kecamatan untuk memudahkan pagi petani dan nelayan memasarkan hasil produksinya;
  • Membina ketahanan masyarakat desa dengan pendekatan budaya dan agama mengedepankan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, dalam memupuk rasa gotong royong, senasib dan sepenanggungan, kebersamaan, keadilan, dengan melibatkan seluruh tokoh dan eleman masyarakat se Kabupaten Sergai.

Idham ingin ada perubahan radikal, tidak cuma dengan mengajukan sebuah daftar panjang tentang pemberdayaan infrastruktur pertanian, namun juga begitu penting dalam pandangannya revolusi anggaran, birokrasi dan etika pejabat publik. Tanpa itu semua rakyat hanya akan bisa diam menonton para pejabat publiknya kurang mengindahkan aspirasinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: