detak detik perubahan

SIARAN PERS MAJELIS PERTIMBANGAN TENAGA NUKLIR (MPTN)

In Uncategorized on December 18, 2009 at 11:43 am

  • MPTN mengajukan 5 tuntutan dalam aksi yang dilakukan di depan kompleks reaktor riset Kartini BATAN Jogjakarta
  • Mengapa industri nuklir yang sedang kolaps mengalihkan pasarnya ke negara berkembang?
  • Ada apa di balik keengganan pemerintah negara maju  memikul beban tanggung jawab yang sepantasnya dilakukan bahkan  justru mencoba menyodorkan nuklir sebagai solusi di bidang energi?

Penggunaan teknologi nuklir untuk membangkitkan energi listrik telah digunakan sejak dekade 1950an. Saat itu, masyarakat dunia menyambutnya dengan penuh harapan.. Optimisme itu juga terwujud dalam berbagai janji manis tentang penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) tersebut. Misalnya tentang biayanya yang sangat murah sehingga masyarakat tidak perlu repot-repot menghitung pemakaian listriknya (too cheap to meter). Selain itu dijanjikan bahwa PLTN adalah aman, bersih, dan berlimpah-ruah. Tak mengherankan bila berbagai subsidi dan dukungan politik dikucurkan terhadap industri bayi tersebut. Akhirnya, secara luar biasa, bisnis PLTN tumbuh pesat sehingga ratusan reaktor dagang tersebut beroperasi di Eropa dan Amerika Utara hanya dalam kurun waktu 20 tahun.

Namun, berbagai janji tersebut justru semakin memudar realisasinya. Dalam waktu 30 tahun, hal yang tidak pernah terbayangkan bisa terjadi pada teknologi canggih ini justru terjadi. Dimulai dengan kecelakaan di Inggris masih pada tahun 1950an, disusul dengan AS pada tahun 1979, dan memuncak di Uni Soviet pada 1986. Hancurnya perasaan aman dan tak terpenuhinya janji bersih dari pencemaran yang merugikan kesehatan manusia dan ekologi, juga menghancurkan pasar PLTN di negara-negara industri. Di AS, misalnya, setelah kecelakaan di Three Mile Island pada 1979, order pembelian reaktor langsung menjadi nol. Di Eropa Barat, setelah Chernobyl, hanya Perancis dan Finlandia yang memesan dan membangun PLTN, itupun hanya tiga reaktor. Akibatnya industri nuklir yang sedang kolaps itu terpaksa mengalihkan pasarnya ke negara berkembang.

Saat ini, ketika masyarakat dunia sedang khawatir terhadap masalah perubahan iklim yang terutama diakibatkan oleh eksploitasi industri yang berlebihan dan keengganan pemerintah negara maju untuk memikul beban tanggung jawab yang sepantasnya dilakukan tersebut, industri nuklir “ yang tak lain adalah bagian dari negara maju tersebut “ justru mencoba menyodorkan nuklir sebagai solusi di bidang energi. Pada Konferensi Perubahan Iklim yang sedang berlangsung di Kopenhagen, Denmark, energi nuklir justru diperjuangkan melalui draf-draf perundingan, tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga wakil-wakil rakyat yakni Parlemen Eropa dan Parlemen Asia. Padahal, nuklir bukanlah obat yang manjur untuk memerangi perubahan iklim. Dan yang utama, nuklir adalah bagian dari masalah energi dunia. Dengan demikian penggunaan nuklir tidak hanya menghalangi pengobatan perubahan iklim yang seharusnya dilakukan melalui penggunaan energi terbarukan dan efisiensi energi, tetapi juga menanam bom waktu di kemudian hari.

Oleh karena itu, kami, MAJELIS PERTIMBANGAN TENAGA NUKLIR (MPTN), menyatakan:

1. Menolak opsi nuklir sebagai solusi perubahan iklim

2. Mendesak delegasi pemerintah RI untuk menolak upaya memasukkan opsi nuklir dalam Konferensi Kopenhagen

3. Menolak rencana PLTN di Indonesia

4. Menolak para calo PLTN di institusi pemerintah (BATAN dan Kementerian RISTEK) maupun pihak asing (IAEA) yang memecah-belah masyarakat dan membenturkan masyarakat dengan pemerintah

5. Mendukung riset dan penggunaan energi terbarukan di Indonesia.

Yogyakarta, 12 Desember 2009

MAJELIS PERTIMBANGAN TENAGA NUKLIR (MPTN)

Sekretariat: Kecamatan Bangsri, Jepara  Jawa Tengah

email: mptn2009@yahoo. com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: