detak detik perubahan

TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

In Uncategorized on December 18, 2009 at 9:29 am

IDHAM tak sedikit pun merasa keberatan disebut andol yang adalah singkatan anak dolanan. “Ya, memang saya mengawali hidup mandiri saya saat remaja sebagai anak dolanan di Medan, itu tak mengapa menjadi catatan bagi siapa saja”.

REVOLUSI BIROKRASI:  Bupati/Wakil Bupati dan seluruh perangkat SKPD Kabupaten Sergai wajib mempunyai komitmen menjadi pelayan yang kaffah untuk melayani seluruh kepentingan masyarakat, tidak bertindak sebaliknya masyarakat harus melayani pejabat yang melaksanakan birokrasi pemerintahan;
Bupati/Wakil Bupati dan seluruh perangkat SKPD Kabupaten Sergai dilarang membebani seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewenangannya, oleh karenanya di lapangan harus membebaskan diri dari hal-hal yang sifatnya protokoler, tidak sombong, dan tidak boleh menyakiti hati rakyat.


Biasalah, orang desa. Saya tak banyak harap. Cuma tekad bulat yang saya punya, dan berjuang terus. Saya tak perlu tahu anak muda sebaya saya memakai sepatu apa, berbaju buatan mana dan sepatu jenis apa. Yang penting sekolah harus baik, sambil bekerja. Saya nikmati semua itu sebagai pemberian yang kuasa, dan hidup mengalir begitu saja seperti arus sungai.

Mbedol deso membangun Sergai adalah merupakan obsesi panjang Idham selama ini bahwa negeri Indonesia yang memiliki potensi sumber daya alam sebagai negara  agraris dan maritim yang merupakan rahmat luar biasa yang diberikan Allah SWT, dibenak dan pikiran seorang Idham tidak ada alasan negeri ini menderita dalam derita panjang kemiskinan. Jika amalan tersebut pengelolaannya dikembalikan kepada jalan yang benar yaitu memberikan prioritas kepada pengembalian kedaulatan wong ndeso, artinya bahwa seluruh uang rakyat yang setiap tahun dituangkan dalam APBN dan dalam APBD sepatutnya dibelanjakan untuk memakmurkan seluruh rakyat di negeri ini tidak terkecuali di Kabupaten Sergai yaitu sudara-saudara kita yang tinggal di perdesaan buruh petani dan nelayan.

Pada sisi lain Idham mempunyai mimpi yang belum terwujud yang merupakan pertanggungjawabannya sebagai anak petani sudah saatnya dan tidak mungkin ditunda lagi bahwa seluruh pemimpin di negeri ini untuk melaksanakan perintah konstiusi yaitu UUD-NRI tahun 1945 khususnya pasal 1 ayat (2) yang menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya menurut UUD. Pasal ini sebenarnya ingin menegaskan dalam pendekatan operasional kedaulatan yang perlu ditegakkan yang paling utama, yaitu bahwa pembelanjaan uang rakyat tersebut (APBN dan APBD) wajib direalisasikan dengan seadil-adilnya dan seimbang yang dimulai dari ririk perdesaan. Sejalan dengan ini lebih jauh ditegaskan pada pasal 23 UUD-NRI,  bahwa APBN (termasuk APBD) merupakan wujud pengelolaan keuangan negara yang ditetapkan dengan UU/Perda setiap tahun dilaksanakan secara terbuka dan bertanggungjawab sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Oleh karenanya cara untuk memakmurkan seluruh rakyat khususnya di Kabupaten Sergai, syarat mutlak yang harus ditempuh oleh siapa pun yang memimpin Sergai di masa depan hukumnya wajib APBD Kabupaten Sergai yang merupakan uang hasil keringan rakyat, wajib dibelanjakan mulai dari titik perdesaan. Untuk itu motto Idham sangat sederhana dan singkat ”Kemakmuran Rakyat di Perdesaan Merupakan Syarat Untuk Memakmurkan Seluruh Rakyat di Kabupaten Sergai”.

Idham yang terlahir sebagai anak wong ndeso dan anak petani miskin menghimbau dari lubuk hati yang paling dalam kepada seluruh Saudara-saudaraku yang tinggal dan bermukim di sudut pelosok Kabupaten Sergai, ketuklah bathin dan nurani dari Saudara-saudara kita yang tinggal di pedesaan untuk merapatkan barisan, bahu membahu, dan bergotong royong secara ihlas untuk menghantarkan wong ndeso memimpin Kabupaten Sergai masa depan dan katakan dengan bahasa bathin jangan serahkan rumah besar Sergai ini untuk membangun dan memberishkannya kepada orang lain. Karena Idham khawatir jika orang lain yang membangun dan membersihkan rumah besar Kabupaten Sergai ini tidak tertutup kemungkinan masyarakat Sergai akan menjadi penonton, menjadi budak dan tetap menderita selamanya. Seraya memohon izin dan ridho Allah SWT mari kita ayunkan langkah perjuangan bersama dengan penuh ketulusan dan keihlasan.

REVOLUSI ANGGARAN: Bupati/Wakil Bupati dan seluruh perangkat SKPD Kabupaten Sergai wajib mengumunkan secara jujur dan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sergai, bahwa APBD adalah merupakan uang yang bersumber dari keringat rakyat. APBD itu bukan uang bupati dan dalam pelaksanaannya tidak boleh dipolitisasi untuk kepentingan pribadi, golongan dan kelompok tertentu yang menguntungkan bagi kepentingan Bupati/Wakil Bupati dan seluruh perangkat SKPD;
Bupati/Wakil Bupati dan seluruh perangkat SKPD Kabupaten Sergai wajib memperjuangkan dalam APBD setiap tahun anggaran yang akan disahkan oleh wakil rakyat melalui DPRD Kabupaten Sergai, mengalokasikan belanja modal/belanja publik dengan perbandingan berkisar 60 % untuk pembangunan wilayah perdesaan dan 40 % untuk belanja pegawai dan belanja barang, dan seluruh pembelanjaan modal tersebut wajib dimulai dari titik wilayah pedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, petani dan nelayan dan pada saat APBD disahkan oleh wakil rakyat di DPRD Kabupaten Sergai, seketika itu wajib dipublikasi secara luas di seluruh pelosok masyarakat yang tinggal di Kabupaten Sergai, karena APBD tersebut sudah merupakan milik rakyat.

Idham tak pernah berubah meski menjadi seorang pejabat negara. Di Jakarta ia tetap tinggal di rumah kontrakan sederhana bersama pemuda-pemuda terpelajar yang sedang berjuang menuntut ilmu di Jakarta. Lingkungan tempat tinggalnya amat sederhana, dan di belakang rumah ada beberapa ekor sapi yang dipeliharanya bersama warga masyarakat. Setiap hari pergi dan pulang dari kantor ia menggunakan jasa angkutan umum.

REVOLUSI ETIKA DAN MORAL PEJABAT PUBLIK: Bupati/Wakil Bupati dan seluruh perangkat SKPD Kabupaten Sergai wajib melaksanakan secara ihlas hal-hal sebagai berikut: Takut kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa; Mengumumkan secara terbuka dan jujur bahwa APBD adalah uang rakyat dan bersumber dari keringat rakyat dan bukan uang Bupati APBD harus dibelanjakan dari titik perdesaan untuk memenuhi kebutuhan buruh, petani dan nelayan yang pengalokasian belanja modal/belanja publik berkisar 60 % dari total APBD untuk setiap tahun anggaran;
Bupati/Wakil Bupati dan seluruh perangkat SKPD Kabupaten Sergai wajib mengumunkan secara jujur dan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sergai, bahwa APBD adalah merupakan uang yang bersumber dari keringat rakyat. APBD itu bukan uang bupati dan dalam pelaksanaannya tidak boleh dipolitisasi untuk kepentingan pribadi, golongan dan kelompok tertentu yang menguntungkan bagi kepentingan Bupati/Wakil Bupati dan seluruh perangkat SKPD;Bupati/Wakil Bupati dan seluruh perangkat SKPD Kabupaten Sergai wajib memperjuangkan dalam APBD setiap tahun anggaran yang akan disahkan oleh wakil rakyat melalui DPRD Kabupaten Sergai, mengalokasikan belanja modal/belanja publik dengan perbandingan berkisar 60 % untuk pembangunan wilayah perdesaan dan 40 % untuk belanja pegawai dan belanja barang, dan seluruh pembelanjaan modal tersebut wajib dimulai dari titik wilayah pedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, petani dan nelayan dan pada saat APBD disahkan oleh wakil rakyat di DPRD Kabupaten Sergai, seketika itu wajib dipublikasi secara luas di seluruh pelosok masyarakat yang tinggal di Kabupaten Sergai, karena APBD tersebut sudah merupakan milik rakyat.

MERAIH KEMBALI TUAH YANG HILANG

DI TANAH YANG SUBUR MENJANJIKAN

MENGOKOHKAN ADAT

DI TENGAH HIDUP KAUM BERBILANG YANG DINAMIS

JADILAH SERGAI  TANAH BERTUAH,

NEGERI BERADAT YANG JADI IMPIAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: