detak detik perubahan

KOALISI POLITIK SEMU (?)

In Uncategorized on December 20, 2009 at 11:07 pm

Ada kemungkinan kekuatan parpol dan arah dukungannya akan sedikit banyak dipengaruhi oleh model koalisi yang sedang ditata di Jakarta di bawah pimpinan SBY. Keseragaman nasional mungkin akan dibangun dalam bentuk koalisi permanen mulai dari Jakarta sampai ke semua daerah. Tetapi basis dukungan politik untuk maksud ini memang masih amat lemah, tergantung kepada keberhasilan pemerintahan SBY-Budiono dalam menjalankan tugasnya selama tahun pertama dan relatif tidak ada gonjang-ganjing. Jika instabilitas dialami, apalagi gonjang-ganjing terkait power sharing tidak menghasilkan kepuasan untuk semua parpol yang berkoalisi, maka keseragaman itu tidak mungkin diwujudkan.

Nah sekarang gonjang-ganjing skandal Bank Century yang untuk sementara mengepulkan tunutan penonaktifan Budiono dan Sri Mulyani tentu amat mengganggu hingga nasib koalisi sedang menengok pada pentingnya ujian penataan diri ke dalam. Ini membuat penataan koalisi di daerah terbengkalai. Bukan itu saja yang menyita perhatian, karena sebelumnya isyu cicak vs buaya begitu dahsyat mengganggu solidnya koalisi.

Terlebih jika kinerja penataan koalisi permanen oleh SBY-Budiono, cukup berhasil, maka dimana-mana akan dominan pencalonan Kepala Daerah yang di dalamnya figur usulan Partai Demokrat akan leading dalam pencalonan dengan atau tanpa kepesertaan dukungan parpol yang lain. Mengingat partai di indonesia adalah jaringan politik yang amat hierakhis dan oligarkis, pembangkangan daerah tidak akan bermakna sama sekali. Pusat akan semakin tinggi intensitas pengaruhnya terhadap daerah dengan koalisi permanen yang digagas itu.

Sekali lagi, perulangan fakta berbedanya aspirasi lokal dengan aspirasi pusat dalam hal kepemimpinan di daerah akan semakin lebar dan semakin substantif pula. Jika Partai Demokrat ingin lebih realistis (khusus untuk daerah seperti Kota Medan) akan lebih mungkin mengajak PKS sebagai mitra koalisi mengikuti patron nasional yang sedang bersemi itu.

Kalkulasi politik untuk pasangan yang didukung sendiri oleh Partai Demokrat diperkirakan akan mengalami sejumlah kegagalan di beberapa daerah tertentu yang kemenangannya (pada pemilu legislatif) memang benar-benar karena pengaruh figur tunggal SBY dengan segenap catatan untuk itu.  Bersama PKS partai pemenang pemilu 2009 ini akan sangat mungkin menguasai pemilukada di beberapa daerah tertentu di Sumatera Utara, kecuali untuk daerah yang nyaris tidak menguntungkan membangun koalisi dengan PKS seperti Tapanuli Selatan dan lain-lain.

Namun koalisi model lama masih amat terbuka untuk dilanjutkan, yakni bersama merebut kekuasaan politik eksekutif di daerah dan selanjutnya tidak ada pola yang jelas. Telah terbukti bahwa tensi politik yang panas dalam kaitan sengketa Pemilihan Presiden tak begitu mendorong kedudukan Partai Golkar bersama-sama dengan PDIP, Gerindra dan Hanura, dan masih mungkin ditambah lagi dengan partai gurem lainnya ke ufuk oposisional. Oleh karena itu rivalitas dalam Pemilukada 2010 di Sumatera Utara tidak akan diisi oleh nuansa oposisional itu.

Memang masih ada orang yang berharap bahwa poros ini masih harus menemukan rumus koalisi yang benar-benar termantapkan, namun gerak mendekat ke kubu pemenang pemilu 2009 bukan saja tidak mengindikasikan power sharing, melainkan juga memustahilkan adanya gerakan idiologis sebagai faksi-faksi perekat oposisional (jika bahasa ini bisa digunakan).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: