detak detik perubahan

SEJUMLAH KEHAWATIRAN MANTAN PENGUASA DAERAH

In Uncategorized on December 20, 2009 at 10:45 pm

Tradisi baru yang buruk berupa keinginan intervensi pejabat daerah atas proses politik pemilukada selalu tidak mengenal konsep kepemimpinan pro-rakyat sama sekali, melainkan kepemimpinan quasi pro-rakyat atau bahkan sejenis kepemimpinan paling buruk lagi, yakni “mumpung berkuasa lakukan sesuatu untuk diri, keluarga dan konco-konco sepanjang semua kekuatan politik masih dapat dikendalikan”.

Salah satu ciri kepemimpinan yang tidak pro rakyat itu ialah perilaku pemerintahan yang diwarnai oleh sikap dan semangat politik Kepala Daerah yang cuma berhati anggaran.

Di antara banyak motif di balik pemberian dukungan terhadap figur tertentu dalam proses suksesi ini ialah “keamanan masa pensiun”. Ada 2 hal yang dituju, yakni (a) akses untuk berbagai (sharing) sistem sumber ekonomi daerah,  namun yang terpenting lagi justru (b) pengamanan terhadap arah politik dan hukum atas evaluasi kinerja selama menjabat untuk tidak menjadi urusan hukum.

Dalam sistem penegakan hukum yang menjadi tradisi yang berkembang sekarang, mudah sekali bagi seseorang mantan pejabat untuk menjadi terdakwa di pengadilan tipikor atau pengadilan biasa, karena jejak kepemimpinannya terendus “by design”.  Jika pejabat yang ditinggalkan adalah “musuh politik”, akan semakin mudah pula sejarah hidupnya berakhir di penjara. Ini hanyalah sebuah konsekuensi belaka dari tidak diterapkannya prinsip-prinsip good governance selama menjalankan pemerintahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: