detak detik perubahan

SKANDAL CENTURY BANK

In ARTIKEL on December 21, 2009 at 6:38 pm

MISTERI skandal Bank Century sedikit demi sedikit mulai terungkap. Keraguan publik tentang ada tidaknya kejahatan besar di balik kasus itu telah menemui titik terang. Setidaknya, itulah yang dibeberkan Badan Pemeriksa Keuangan. Lewat audit investigasinya, BPK menemukan sembilan indikasi tindak pidana dalam kasus Bank Centrury.

Karena indikasi kejahatan itu memiliki spektrum yang luas, BPK pun mengundang pihak Polri, Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

Rapat koordinasi yang digelar Senin (14/12) lalu juga sepakat untuk memilah sembilan indikasi tindak pidana itu ke dalam empat jenis kejahatan, yakni korupsi, pencucian uang, perbankan, dan pidana umum. Temuan BPK tentang berbagai pelanggaran dan indikasi tindak kejahatan dalam kasus dana talangan ke Bank Century sebesar Rp6,7 triliun itulah yang akan diselidiki oleh para penegak hukum.

Untuk pelanggaran batas maksimum pemberian kredit, misalnya, yang termasuk pidana perbankan, diserahkan ke pihak kepolisian dalam pengusutannya. Selain itu, BPK pun menemukan praktik-praktik perbankan tidak sehat, yakni pembelian surat-surat berharga tidak berkualitas hingga pemecahan deposito untuk tujuan tertentu yang mengandung adanya unsur penggelapan.

Adapun indikasi tindak pidana korupsi jelas merupakan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi. Kendati masih dalam tahap penyelidikan, KPK mengakui memang ada tindak kejahatan korupsi baik sebelum, saat, maupun sesudah bailout ke Bank Century.

Temuan-temuan BPK dan juga lembaga penegak hukum lainnya jelas memorak-porandakan argumentasi yang kukuh dipegang pemerintah dan para pendukung bailout. Dengan kata lain, proses penyelamatan Bank Century yang diputuskan Komite Koordinasi yang merupakan kelanjutan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tidak disertai alasan kuat.

Para pengambil keputusan tidak memiliki argumentasi kuat mengenai potensi dampak sistemik yang menjadi alasan utama mengapa Bank Century harus diselamatkan dan akibatnya harus disuntik Rp6,7 triliun.

Proses penyelamatan Bank Century yang dilakukan melalui KSSK tersebut melibatkan Menkeu Sri Mulyani Indrawati selaku Ketua KSSK, Wapres Boediono yang saat itu menjabat Gubernur BI sebagai anggota KSSK, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Rudjito yang juga anggota KSSK.

Temuan BPK tentang luas dan lamanya ketidakberesan di Bank Century mengindikasikan kecerobohan pengawasan terhadap bank itu oleh Bank Indonesia. Sebuah bank kecil, dengan rekam jejak tentang pelanggaran sangat banyak dan berlangsung sejak lama, pantaskah dibela dengan bailout Rp6,7 triliun? Sebuah bank yang sepanjang perjalanannya terjerat kejahatan sistemik, pantaskah dibela karena alasan dampak sistemik? [Source: Mediaindonesia.com, Rabu, 16 Desember 2009 00:01 WIB]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: